SHARE

Joshua Suherman, Trio Kwek-Kwek, Bondan Prakoso, Saskia & Geofanny, Melisa, Agnes Monica, Missy, Chikita Meidy, Cindy Cenora, Tina Toon, dan Sherina. Nama-nama penyanyi tersebut tentulah sudah tidak asing untuk Anda yang mengenal penyanyi anak-anak di era tahun 1990-an.

#savelaguanak, Krisis Lagu untuk Anak-Anak Menjadi Keprihatinan Para Musisi
Lagu Anak Era 90-an

Anak yang berusia di bawah 12 tahun masih menikmati lagu-lagu yang sesuai dengan umur mereka. Biasanya, lagu-lagu itu berisi lirik sederhana dan mengajarkan pesan moral. Sekarang, lagu anak sudah jarang terdengar lagi. Jangan heran jika anak-anak menyanyikan lagu cinta-cintaan untuk orang dewasa.

Sempat juga beredar di sosial media video lagu Lelaki Kardus yang menampilkan anak perempuan membawakan lagu tentang kegagalan rumah tangga. Sungguh sangatlah miris, “Krisis lagu anak” sempat dikomentari oleh musisi legendaris Iwan Fals. Menurutnya, untuk membangkitkan keberadaan lagu anak, sekarang ini orang dewasa harus memahami kepribadian dan keinginan anak.

#savelaguanak, Krisis Lagu untuk Anak-Anak Menjadi Keprihatinan Para Musisi
Video lagu “Lelaki Kardus”

Jika hal tersebut terpenuhi, Iwan menyebut bahwa selanjutnya orangtua dapat berperan penting dalam memilih dan menciptakan lagu untuk anak. Masalahnya, saat ini kemajuan teknologi sekarang membuat geger budaya dikalangan orangtua. Menurut musisi legendaris ini, karena peralihan zaman yang terlalu cepat, para orangtua kaget dan anak tumbuh secara alami.

Tetapi menurut pengamat musik Bens Leo ternyata mempunyai sudut pandang yang berbeda. Penggerak utama seharusnya adalah industri televisi. Meskipun sedang banyaknya ajang pencarian bakat menyanyi anak, Bens sangat menyayangkan bahwa para kontestan terutama anak-anak malah menyanyikan lagu dewasa.

#savelaguanak, Krisis Lagu untuk Anak-Anak Menjadi Keprihatinan Para Musisi
Acara TV anak tahun 90-an

Adanya krisis lagu anak ternyata memicu beberapa mantan penyanyi anak-anak untuk berkontribusi. Seperti Dea Ananda, Leony VH (Trio Kwek-Kwek), Joshua Suherman, Puput Melati, Chikita Meidy, Tina Toon, Risa Enes (boneka Susan), dan beberapa penyanyi lainnya terlibat dalam proyek Save Lagu Anak.

#savelaguanak, Krisis Lagu untuk Anak-Anak Menjadi Keprihatinan Para Musisi
Kontribusi para penyanyi cilik dalam #savelaguanak

Pada April tahun lalu, mereka merilis sebuah lagu tunggal berjudul Selamatkan Lagu Anak. Lagu tersebut merupakan ciptaan Papa T Bob, pencipta lagu anak yang terkenal di era tahun 1990-an, dan di aransemen oleh Ariel Nidji, suami dari Dea Ananda. Menurut penyanyi Diobok-Obok, Joshua Suherman, sudah saatnya anak-anak dikembalikan kepada produk yang sesuai dengan usianya. Kasus lagu Lelaki Kardus merupakan pemicu proyek mereka.

Salah satu personel Trio Kwek-Kwek, Dea Ananda juga menambahkan yang menjadi sasaran utama Save Lagu Anak adalah tagar #savelaguanak sendiri. Dan semakin dikenal, akan semakin bagus. Beberapa musisi seperti Endank Soekamti juga sudah membuat proyek lagu anak-anak. Karena saat ini pengaruh media sosial memang sangat penting di zaman era yang sudah semakin canggih ini.

Sampai saat ini, proyek Save Lagu Anak masih berjalan. Tetapi, mereka terhalang dengan kesibukan mereka masing-masing. Walaupun begitu agenda kampanye secara langsung dengan mengunjungi daerah-daerah di Indonesia masih tetap berjalan. Mari #savelaguanak, agar semua anak Indonesia tentunya dapat menikmati masa kanak-kanak mereka dengan semestinya.